Sebagai seorang yang berusaha memandang manusia secara horizontal, menurutku hierarki, atau cara memandang manusia secara vertikal, adalah sebuah sistem yang benar-benar bullshit. Bayangin aja, kamu harus tetap bersikap formal, kaku, dan hati-hati kepada seseorang hanya karena mereka lebih tua, lebih kaya, atau punya jabatan lebih tinggi darimu. Gak capek hidup begitu terus?
Berdasarkan pengalamanku, bersikap formal dan profesional setiap saat itu melelahkan secara mental. Rasanya gak bisa jadi diri sendiri, dan komunikasi pun jadi sulit. Yang paling ku benci dari sistem hierarki ini memang soal komunikasi. Sejak kecil kita diajarkan untuk selalu sopan kepada yang “di atas kita”, nah mindset itu justru membuat kita takut salah. Akibatnya, ketika seorang yang punya status lebih tinggi menyuruh, kita hanya bisa mengiyakan, walaupun sebenarnya kita gak mau. Menolak pun ujung-ujungnya dianggap gak sopan. Lebih parahnya lagi kalau gak paham apa yang baru saja dikatakan, pengen minta petunjuk lebih lanjut malah rasanya gak enak.
Hal seperti ini udah terlalu sering terjadi dalam hidupku, dan semakin lama aku berada di ruang yang penuh hierarki, semakin aku merasa aku bisa menjadi gila. Karena itu, pelan-pelan aku menanamkan mindset bahwa tidak ada manusia yang layak dihormati secara berlebihan hanya karena jabatan atau statusnya, karena yah… kita ini sama-sama hanyalah manusia biasa ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Eits, TAPI… memandang manusia secara horizontal bukan berarti kita gak menghormati mereka lagi… Gak… Tentu saja kita tetap harus menghormati mereka layaknya menghormati manusia lain pada umumnya, dan sebaliknya mereka pun harus menghormati kita juga. Tapi kalau sampai kita harus tunduk, takut, dan memperlakukan mereka seolah kita adalah budak… ya itu jelas gak sehat.
Remember kids, tetaplah menghormati tapi jangan keterlaluan hormatnya. Santai aja kali…